Ketika aku ambil amplop yang dititip
itu, sang tetangga yang lain mempertanyakan tentang isi dari amplop itu, saya
menceritakan apa adanya, ternyata itu menjadi sebuah tema pembicaraan kami
sampai menjelang datangnya azan magrib. Atmosfir haji bisa menarik minat dari
ribuan bahkan triliunan umat manusia di dunia, Subhanallah
Di dalam surat al-Imran Allah
berfirman yang artinya “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di
antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi
amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu
(bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa
mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan [3];
Main point dari ayat tersebut adalah
haji merupakan kewajiban manusia terhadap Allah bagi orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah.Kata kata sanggup saya garis bawahi sebagai
kemampuan atau kesanggupan baik secaraa fisik maupun psikis. Fisik
maksudnya sanggup dan mampu secara materi, sedangkan psikis artinya mampu
secara mental, tdk ada paksaan sedikitpun hanya semata-mata karena Allahutaala.
Atmosfir haji bisa menarik minat dari
ribuan umat manusia, dan statistic keberangkatan haji menunjukkan dari tahun ke
tahun meningkat sangat signifikan, peningkatan tersebut membuat pemerintaha
kerajaan Saudi Arabia memperkecil kuota haji karena keterbatasan tempat maupun
sarana fisik untuk menampung jama’ah calon haji.
Haji memang perintah dan kewajiban
bagi umat islam, tetapi Allah tidak pernah memerintahkan sesuatu selama manusia
itu tidak sanggup untuk mengerjakannya, dan ini merupakan salah satu firmannya.
Tapi terkadang manusia tidak memahami maksud Allah tersebut, banyak faktor
orang manunaikan ibadah haji,ada factor karena memang niat dan mampu, dan ada
juga karena faktor prestise (harga diri). Melihat gejala social masyarakat kita
lebih mengutamakan factor prestise yang walaupun secara materi dan mental belum
mampu. Sehinnga asset ataupun investasi mereka jual untuk membayar ongkos haji,
bahkan pendidikan anak-anak mereka terabaikan, ada yang menjadi TKW,TKI di
negeri orang, diakibatkan gaya hidup dan prestise yang begitu mendominsi
kehidupan masyarakat kita, bukannya pahala yang kita dapatkan bahkan dosa
karena mengabaikan pendidikan anak-anak kita. Karena pendidikan merupakan
proses memanusiakan manusia.
Memanusiakan manusia merupakan
bagaimana kita ber tingkah laku selayaknya manusia yang telah dianugrahi akal
oleh Allah dan inilah menjadi keistimewaan manusia dibanding dengan mahluk
lainnya dimuka bumi.
Perintah haji dan perintaah menuntut
ilmu merupakan perintah yang wajib, tetapi kewajiban yang Allah perintahkan itu
bukan untuk membebani hambanya, tetapi lagi-lagi dengan Maha Rahman dan
Rahimnya Allah memberikan dispensasi dengan kalimat “sesuai kesanggupan dan
kemampuan”
Mudah-mudahan dengan goresan yang
sedikit ini bisa mewarnai symbol-simbol yang ada dalam setiap blog di internet
ini,dan mudahan bermanfaat bagi yang berkesempatan membacaanya, kritik dan
saran sangat saya harapkan untuk kesempurnaan artikel ini.
(Tgl 26 Desember 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar